Thursday, May 22, 2014

Makalah syarat tumbuh Semangka ILHAM

BAB I
 PENDAHULUAN




1.2 Latar Belakang
Ilmu biologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup dan kehidupannya.Di dalam kehidupan, salah satu pemanfaatan imu biologi bagi kesejahteraan manusia adalah di bidang pertanian.
Melihat eratnya hubungan manfaat  pertanian dengan kehidupan manusia,Maka penulis mengacu kepada buah-buahan yang biasanya di gemari oleh sebagian orang. Buah yang banyak di gemari salah satunya adalah buah Semangka,selain rasanya yang segar dan banyak mengandung air,semangka juga mempunyai banyak khasiat,salah satunya yaitu dapat membersihkan dan menjaga kesehatan kulit. Namun umumnya semangka yang ada di masyarakat atau di pasaran rasanya kurang manis, mudah busuk, dan bentuknya pun kurang menarik (biasa).
Saat ini pembudidayaan buah semangka masih sedikit di lakukan oleh para petani di Indonesia. Padahal pada daerah-daerah maju,selain membudidayakan buah  yang unggul, semangka juga telah memiliki berbagai variasi rasa dan bentuk. Mereka telah menerapkan budidaya buah semangka, sehingga semangka yang di hasilkan menjadi lebih unggul,baik dari segi buahnya maupun dari segi penghasilan (ekonomi) yang di dapatkan. Untuk itu penulis ingin mengetahui bagaimana pembudidayaan buah semangka tersebut,dan bagaimana mendapatkan buah semangka yang unggul dan lebih menarik. Sehingga dapat di harapkan kepada para petani Indonesia agar merapkan cara budidaya buah semangka ini,demi kesejahteraan hidupnya dan juga bagi manusia lainnya.       
            Tanaman semangka dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai buah segar, tetapi ada yang memanfaatkan daun dan buah semangka muda untuk bahan sayur-mayur. Biji semangka bisa diolah menjadi makanan ringan yang disebut “kuwaci” (disukai masyarakat sebagai makanan ringan). Kulit semangka juga dibuat asinan/acar seperti buah mentimun atau jenis labu-labuan lainnya.
            Semangka merupakan tanaman buah berupa herba yang tumbuh merambat. Tanaman ini berasal Afrika, kemudian berkembang dengan pesat ke berbagai negara baik di daerah tropis maupun subtropis, seperti: Afrika Selatan, Cina, Jepang, dan Indonesia. Tanaman semangka bersifat semusim, tergolong cepat berproduksi karena umurnya hanya sampai 6 bulan.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA





2.1  TAKSONOMI TANAMAN
Divisi               :Spermatophyta
Subdiviso        :Angiospermae
 Kela                :Dicotyledonae
 Ordo               :Cucurbitales
Famili              :Cucurbitceae
Genus              :Critrullus
Spcies              :Critrullus vulgaris,Schard
2.2 MORFOLOGI TANAMAN
·         Akar
Akar tanaman semangka menyebar ke samping dan dangkal.
·         Batang
Batang tanaman semangka bersegi dan berbulu,Panjang batang antara 1,5 – 5,0 meter dan sulunya bercabang menjalar di permukaan tanah.
·         Daun
Daun tanaman semangka bercangap menyirip kecil – kecil, permukaannya berbulu, bentuk daun mirip jantung di bagian pangkalnya, ujungnya meruncing, tepinya bergelombang dan berwarna hijau tua.Letak daun bersebrangan satu sama lainnya.        
·         Bunga
Bunga tanaman semangka di bagi menjadi 3 macam, yaitu bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna. Bunga jantan tidak memiliki bakal buah, bentuknya seperti terompet. Bunga betina mempunyai bakal buah berbentuk bulat, terletak di bawah mahkota bunga. Bunga sempurna mempunyai bakal buah. Kepala dan benang sari yang dapat menghasilkan buah.



2.3 SYARAT TUMBUH
·         Iklim
Tanaman semangka merupakan salah satu tanaman hortikultura yang tahan kering. Curah hujan yang ideal untuk areal penanaman semangka adalah 40-50 mm/bulan. Curah hujan yang terlalu tinggi dapat berakibat buruk terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu mudah terserang hama penyakit, bakal buah gugur dan pertumbuhan vegetatif panjang. Semangka memerlukan sinar matahari penuh. Kekurangan sinar matahari menyebabkan sulit berbunga dan bunganya banyak rontok, serta terjadi kemunduran waktu panen. Suhu optimal yang dikehendaki tanaman berkisar 20–30oC. Kelembaban yang terlalu tinggi akan mendorong tumbuhnya jamur perusak tanaman.
·         Tanah
Kondisi tanah yang cocok untuk tanaman semangka adalah tanah yang cukup gembur, sedikit berpasir, kaya bahan organik, bukan tanah asam. Keasaman tanah (pH) yang diperlukan antara 6,5-7,2. Jika pH < 5,5 (tanah asam) maka perlu pengapuran dengan dosis disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah tersebut. Jenis tanah yang cocok untuk tanaman semangka adalah regosol, andosol, latosol dan podsolik.
·         Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yang baik untuk areal penanaman semangka adalah: 0-400 m dpl. Pada ketinggian 400-900 m dpl, pertumbuhan tanaman kurang baik. Pada ketinggian lebih dari 700 m dpl, tanaman menghasilkan buah bermutu rendah dan rasa kurang manis.
2.4 PEMELIHARAAN TANAMAN
·         Penyulaman Tanaman
Semangka yang berumur 3-5 hari perlu diperhatikan. Apabila tanaman tumbuh terlalu lambat atau tanaman mati dilakukan penyulaman dengan bibit baru yang telah disiapkan. Penyulaman tidak boleh dilakukan lebih dari 10 hari setelah tanam. Pada kegiatan penyulaman, perlu diperhatikan penyebab kematian bibit. Bila disebabkan oleh bakteri atau jamur, bibit harus dibongkar bersama tanahnya, agar tidak menular ke bibit lain yang sehat.
·         Penyiangan
Adanya gulma di sekeliling tanaman dapat menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan mengurangi produksi. Gulma juga dapat dijadikan inang bagi hama dan penyakit. Penyiangan dilakukan dengan mencabut atau membuang gulma yang tumbuh di bedengan atau parit. Bila menggunakan sistem mulsa 9 plastik hitam perak (MPHP), penyiangan hanya dilakukan di tepi-tepi parit karena praktis gulma tidak dapat tumbuh di dalam bedengan. Penyiangan ini dilakukan rutin.
·         Pembumbunan
Pembubunan tanah dilakukan dengan menimbun kembali tanah yang tererosi karena penyiraman, agar akar-akar tidak muncul ke permukaan tanah. Pembumbunan hanya dilakukan untuk penanaman sistem tanpa mulsa.
·         Penyiraman Tanaman
Semangka memerlukan air secara terus menerus dan tidak kekurangan air. Sistim irigasi yang digunakan sistem Farrow Irrigation: air dialirkan melalui saluran diantara bedengan Frekuensi pemberian air pada musim kemarau adalah 4-6 hari. Penyiraman juga bisa dilakukan dengan pompa air, dengan bantuan selang plastik.
2.5 PEMUPUKAN
  Pemupukan
Waktu
Dosis Pupuk Makro (kg/ ha)
ZA
TSP
KCl
Susulan I (3 hari)
40
-
40
Susulan II Daun 4-6 helai
120
85
80
Susulan III Batang 45–55 cm
170
-
30
Susulan IV Tanaman bunga
130
-
30
Susulan V Buah masih pentil
80
-
30
POC NASA ( per ha )
Mulai umur 1 minggu – 6 atau 7 minggu
POC NASA disemprotkan ke tanaman alternatif 1: 6-7 kali ( interval 1 minggu sekali) dgn dosis 4 tutup botol/ tangki
alternatif 2: 4 kali (interval 2 minggu sekali ) dgn dosis 6 tutup botol/ tangki



2.6  Waktu Penyemprotan HORMONIK
Semprotkan HORMONIK sejenis ZPT/hormon alami. Dosis HORMONIK : 1-2 cc/lt air atau 1-2 tutup HORMONIK + 3-4 tutup POC NASA setiap tangki semprot. Penyemprotan pada umur 21 - 70 hari, interval 7 hari sekali.

 2.7 Pemangkasan
Pemangkasan tajuk tanaman bertujuan mengatur pertumbuhan tajuk. Pemangkasan dilakukan dengan cara mengurangi tumbuhnya cabang utama atau cabang sekunder sehingga hanya dipelihara sebanyak dua cabang utama saja. Pemangkasan dapat dilakukan sejak tanaman masih berumur 7-10 hari setelah 10 tanam. Biasanya pada umur ini tanaman baru memiliki 4-5 helai daun. Hal ini dilakukan untuk mempercepat tumbuhnya cabang. Cabang-cabang yang tumbuh dibiarkan sampai berumur 3 minggu. Pada usia 3 minggu, dipilih lagi dua cabang utama yang pertumbuhannya baik. Pada umur 6 minggu, cabang sekunder dipangkas. Cabang sekunder yang dipangkas adalah cabang sekunder di bawah ruas ke-14 dan disisakan masing-masing hanya dua daun. Alat pangkas yang digunakan harus dalam keadaan steril. Sebelum dan sesudah pemangkasan, alat direndam fungisida dengan konsentrasi 2 ml.
·         Pengikatan Cabang
Pengikatan cabang mutlak dilakukan pada penanaman sistem turus, agar tanaman dapat tumbuh merambat pada turus-turus yang telah disediakan. Pengikatan dimulai ketika tanaman berumur 3 minggu. Bahan pengikat dapat berupa tali rafia atau tali dari pelepah pisang batu. Model pengikatannya menyerupai ‘angka 8’.
·         Penyerbukan Buatan
Penyerbukan buatan hanya dilakukan kalau semangka yang ditanam sebagian besar merupakan jenis tidak berbiji. Penyerbukan buatan dilakukan pada pagi hari yaitu pukul 06.00-10.00, saat bunga betina dalam kondisi mekar. Umur tanaman yang dapat dilakukan penyerbukan buatan sekitar 21-28 hari setelah tanam. Untuk penanaman sistem turus, penyerbukan hanya dilakukan pada bunga betina yang berada pada ruas ke-13 dan ke 20, hal ini disebabkan bunga pada ruas-ruas tersebut yang kelak menjadi buah dapat pas dengan para-paranya. Sedangkan penanaman tanpa turus tidak ada ketentuan tersebut. Cara penyerbukan buatan ini diawali dengan pengambilan dan pengumpulan bunga jantan dari semangka berbiji. Selanjutnya, dipilih bunga betina yangakan diserbuki, yaitu bentuknya sempurna dan tidak cacat. Setelah dipilih, oleskan bunga jantan pada putik bunga betina. Bunga yang sudah diserbuki ditandai dengan tali rafia yang diikat longgar.


2.8  Seleksi buah
Seleksi buah bertujuan untuk memperoleh ukuran dan bentuk buah yang seragam dan besar. Seleksi buah dilakukan setelah tanaman berumur 40 HST. Buah yang dipilih adalah buahyang pertumbuhannya baik, sedangkan yang jelek dibuang dengan menggunakan gunting. Banyaknya buah yang dipelihara masksimal 2 buah per tanaman agar didapat buah yang besar.
·         Penempatan Buah
Untuk penanaman sistem turus, buah diletakkan pada para-para. Penempatan buah dilakukan setelah buah sudah berukuran bola tenis, kira-kira 10-14 hari setelah penyerbukan. 4.4.10. Pemberian alas dan pembalikan buah Dalam proses pembesaran, diantara buah dan para-para perlu diberi serasah dari jerami atau alang-alang. Tujuannya agar nantinya kulit buah tetap mulus hingga saat panen. Selain pemberian alas, buah perlu dibalik agar bagian bawahnya terkena sinar matahari. Pembalikan buah dilakukan minimal sekali hingga buah siap panen, yaitu pada umur 44-51 HST.
2.9  Pengendalian Hama/Penyakit
Penyemprotan campuran obat (fungisida, insektisida dan pupuk daun) dilakukan rutin setiap minggu, untuk tindakan pencegahan. Jika terdapat serangan hama atau penyakit, maka waktu penyemprotan ditingkatkan menjadi 3 hari sekali dengan bahan yang sesuai dengan hama atau penyakit tersebut. Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman semangka adalah:
Hama:
·         Thrips (Thrips parvispinus Karny)
Penyebab: hama berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruas-ruas. Hama ini juga sebagai vektor virus. Cara penularan, hama mengembara di malam hari, menetap dan berkembang biak. Gejala serangan: daun-daun muda atau tunas-tunas baru menjadi keriting. Tanaman keriting dan kerdil (yang kemungkinan disebabkan virus) serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida sampai tanaman basah dan merata.
·         Ulat perusak daun (Spodoptera litura)
Ulat ini berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning, tanda serangan daun dimakan sampai tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari jauh seperti berlubang. Pengendalian: dilakukan secara non kimiawi dan kimiawi.
Tungau Tungau merah merah: Tetranychus cinnabarinus Boisduval atau tunga kuning: Polyphagotarsonemus latus
Ciri-cirinya adalah binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan mengisap cairan tanaman, membelah diri dengan menggigit dan menyengat. Hama ini juga sebagai vektor virus. Gejala serangan: tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun, warna dedaunan akan pucat. Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan akarisida.
·         Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.)
Hama ini mempunyai ciri yaitu berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif merusak dan bergerak pada malam hari. Menyerang daun, terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman. Pengendalian: (1) penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat disekitarnya; (2) pengendalian secara kimiawi, dengan insektisida sesuai dengan aturan penanaman buah semangka.
·         Kutu aphids (Aphids gossypii Glover)
Aphids muda berwarna kuning, sedangkan aphids dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Kutu ini juga sebagai vektor virus. Gejala serangan adalah daun tanaman menggulung dan pucuk tanaman menjadi keriting akibat cairan daunnya dihisap hama. Ciri lainnya adalah adanya getah cairan yang mengandung madu dan mengkilap dari kejauhan. Pengendaliannya adalah dengan menyemprotkan insektisida secara rutin. Tanaman yang telah terserang virus, dicabut dan dibakar.

Penyakit:
·         Layu Fusarium
Penyebab: Fusarium oxysporum. Gejala: tanaman tampak layu seperti kekurangan air. Pada pagi dan sore hari tanaman tampak segar. Bila tidak ditanggulangi, dalam waktu 2-3 hari saja tanaman akan mati kering, berwarna coklat dan batangnya mengerut. Pengendalian: (1) secara non kimiawi dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan agar tidak terlalu lembab, menanam pada areal baru yang belum pernah ditanami semangka; (2) secara kimiawi dilakukan dengan menyemprotkan fungisida secara periodik, menanam benih yang sudah direndam fungisida.
·         Bercak daun
Penyebab: spora Pseudoperenospora cubensis Rostowzew terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejala: permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu. Pengendalian: (1) secara non kimiawi seperti pada penyakit layu fusarium; (2) tanaman disemprot dengan fungisida.
·         Antraknosa
Penyebab: Colletotrichum lagenarium. Gejala: daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas. Pengendalian: (1) dilakukan secara non kimia seperti pengendalian penyakit layufusarium; (2) menggunakan fungisida.
·         Busuk semai
Penyebab: cendawan Pythium ultimum Trow. Menyerang pada benih yang sedang disemaikan. Gejala: batang bibit berwarna coklat, rebah kemudian mati. Pengendalian: benih direndam di dalam fungisida, penyemprotan fungisida secara periodik.
Busuk buah Penyebab: Phytophthora capsici Leonian. Jamur menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah dipetik. Pengendalian: hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari ketika tidak berawan/hujan. Tanaman dan buah disemprot fungisida secara periodik.
Virus
Penyebab: virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. Gejala: daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. Pengendalian: serangan vektor virus dicegah dengan menggunakan insektisida. Belum ditemukan obat yang tepat untuk mengendalikan virus, sehingga tanaman yang terlanjur terkena harus dicabut dan dibakar.

Panen dan Pasca Panen
Ciri dan Umur Panen
Menentukan saat panen dapat melaui tiga cara yaitu pengamatn visual, pengamatan dari suara saat buah diketuk, dan umur tanaman. Secara visual, buah semangka yang sudah siap panen dicirikan oleh warna kulit buah yang terang, bentuk buah bulat berisi, dan sulur di belakang tangkai buah sudah berubah warna menjadi coklat tua. Warna buah menjadi terang karena lapisan lilin yang menyelimuti kulit buah sudah hilang. Suara buah dapat digunakan sebagai tanda tingkat ketuaan buah. Suara buah ini muncul setelah buah diketuk. Bila nyaring, buah tersebut masih muda. Sebaliknya, bila agak berat dan sedikit bergetar, buah tersebut sudah masak atau tua. Varietas tanaman dan ketinggian tempat mempengaruhi umur panen tanaman. Pada ketinggian tempat antara 700-900 m dpl, semangka dapat dipanen pada umur 90-100 hari setelah tanam. Sementara di dataran rendah buah dapat dipanen pada umur 85 hari
·         Cara Panen
Cara panen buah semangka adalah dengan memotong tangaki buah. Setelah dipotong, buah dapat diangkat dan diletakkan langsung ke dalam keranjang. Pemetikan buah sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah dan tidak berawan sehingga permukaan kulit buah dalam kondisi kering, agar tahan selama dalam penyimpananan.
·         Pengumpulan
Pengumpulan hasil panen sampai siap dipasarkan, harus diusahakan sebaik mungkin agar tidak terjadi kerusakan buah. Kerusakan saat pengumpulan buah akan mempengaruhi mutu buah dan harga jualnya. Dalam penampungan buah, hendaknya tidak terjadi persinggungan langsung antar buah. Untuk itu, perlu diberi serasah jerami padi atau kertas yang dipotong kecil-kecil pada ruang antar buah.
·         Sortasi
Penggolongan ini biasanya tergantung pada pemantauan dan permintaan pasaran. Penyortiran dan penggolongan buah semangka dilakukan dalam beberapa klas antara lain: Kelas A: berat > 4 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak; Kelas B: berat 2-4 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak; Kelas C: berat < 2 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
·         Pengemasan
Untuk mempertahankan mutu buah agar kondisi selalu baik sampai pada tujuan akhir, dilakukan pengemasan dengan proses pengepakan yang benar dan hati-hati. Kemasan dapat berupa kardus yang dilubangi, peti kayu atau keranjang plastik. Setiap kemasan dapat diisi maksimum hanya enam buah. Untuk memperkecil gesekan pada kulit buah, bagian dasar, ruang antar buah, tepi kiri-kanan dan atas kemasan diberi jerami kering atau potongan kertas.
·         Distribusi
Buah semangka di Indonesia didistribusikan untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri dan ekspor, sehingga distribusinya menggunakan angkutan darat, laut dan udara. Yang paling penting diperhatikan adalah pengepakan yang sempurna dan perhitungan lama di perjalanan. Berdasarkan grade mutu buah, maka mutu A dengan ukuran besar diperuntukkan bagi ekspor, hotel dan supermarket dalam negeri sedangkan mutu B dan C dengan ukuran kecil untuk pasar tradisional.



 Kandungan Gizi Pada Semangka


Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi
127  KJ (30 kcal)
Karbohidrat
7.55 g
Gula
6.2 g
Serat pangan
0.4 g
Lemak
0.15 g
Protein
0.61 g
Air
91.45 g
Vitamin A equiv
28 µg (3 %)
Thiamine (vit.B1)
0.033 mg (3%)
Riboflavin (Vit.B2)
0.021 mg (1%)
Niacin (vit. B3)
0.178 mg (1%)
Pantothenic acid (B5)
0.221 mg (4%)
Vitamin B6
0.045 mg(3%)
Folate (vit.B9)
3 µg (1%)
Vitamin C
8.1 mg (14%)
Calcium
7 mg (1%)
Iron
0.24 mg (2%)
Magnesium
10 mg (3%)
Phosphorus
11 mg (2%)
Potassium
112 mg (2%)
Zinc
0.10 mg (1%)

Tabel 2 : kandungan gizi semangka
Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa
Source : sumber data nutrisi USDA.
            (Sumber:  wikipedia Indonesia)





BAB III
PENUTUP





3.1 Kesimplan
Dari semua uraian isi makalah yang telah di susun, maka penulis berkesimpulan sebagai berikut:

Pada hakikatnya,  Pemanfaatan ilmu biologi di bidang pertanian ini banyak cara atau program yang dapat di lakukan. Salah satunya yaitu dimanfaatkan dalam pembudidayaan tanaman semangka,seperti yang di susun oleh penulis dalam makalah ini.Pembudidayaan tanaman semangka pada awalnya hanya di lakukan oleh nagara-nagara maju, namun lama-kelamaan sebagian masyarakat Indonesia pada saat sekarang ini juga telah menerapkan budidaya ini.Pada umunya para petani yang menerapkan program budidaya ini telah mendapatkan hasil yang sesui dengan yang di harapkan.
kira-kira keuntungan yang di dapatkan para petani adalah Rp 5.821.625,- per hektar dalam 1 musim.(Buku Budidaya Usaha Pengolahan Agribisnis Semangka).  
Citrullus lanatus atau yang biasa di kenal sebagai buah semangka ini merupakan tanaman yang merambat, yang berasal dari daerah setengah gurun di Afrika bagian selatan. Namun sekarang perkembangan budidayanya semakin cepat,bentuk semangka yang pada dasarnya bulat atau lonjong,sekarang di negeri Jepang bentuk dari buah semangka dapat di buat sesuai dengan ke inginan kita.Mulai dari bentuk kotak, piramid,dll.(www.detikfood.com/semangka-si-manis-viagra-alami)
Dengan adanya perkembangan budidaya tanaman semangka tersebut, maka     tanaman semangka dapat bermanfaat lebih dalam kehidupan manusia, baik bagi penghasilan perekonomian,kesehatan,bahkan juga bagi daya tarik buah semangka itu sendiri,yaitu dengan adanya bentuk-bentuk semangka yang menarik.

3.2 Saran
·         Perlunya tanaman semangka pada waktu penanaman bibitnya di pilih yang bagus – bagus saja.
·         Pembuatan bedengan tanaman semangka perlunya lahan harus di bajak dulu agar  sisa – sisa perakaran dan batu – batu hilang atau tertimbun tanah agar tidak menghambat pembuatan bedengan.



BAB IV
DAFTAR PUSTAKA






·         Baga Kalie,M. 1992. Bertanam Semangka. PS Penebar Swadaya, Jakarta.
·         BIP Padang. 1994. Bertanam Semangka Taiwan. Departemen Pertanian, Padang
·         Rahman Rukmana dan Widodo. 1993. Budidaya Semangka Non Biji Sistem Turus dan Para – para. Dalam: Sinar Tani. 22 September 1993,No. 2291.
·         Rio Marcell. 1993.Cara budidaya semangka. Dalam: Dephnews Indonesia (DNI). Minggu IV Oktober 1993, Tahun XXX, NO. 1064, Jakarta.
·         http://makalahtanamansemangka.blogspot.sg/ di akses pada tanggal 14 Mei 2014
·         http://estaadri.blogspot.sg/2012/05/makalah-mata-kuliah-biologi-umum.html di akses pada tanggal 14 Mei 2014


No comments:

Post a Comment